Popular Post

Popular Posts

Recent post

Showing posts with label Matematika. Show all posts

 Menentukan FPB dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Pohon Faktor


Assalamu'alaikum wr wb..

   Pada kesempatan kali ini. Saya akan membahas tentang "Menentukan FPB Menggunakan Pohon Faktor". Sebelum kita menentukan FPB dari dua bilangan, kita mesti membuat pohon fakor untuk menentukan faktorisasi prima kedua bilangan. Setelah itu, kalikan lah faktor-faktor prima dari kedua bilangan tersebut dan jika terdapat faktor prima yang sama dengan pangkat yang berbeda maka pilihlah pangkat yang terkecil. 

      Untuk lebih mudah memahaminya mari lihat contoh yang akan saya berikan dibawah ini :

Contoh:

    Tentukan FPB dari 72 dan 60


Itulah contoh untuk menentukan sebuah FPB dengan menggunakan Pohon Faktor. Semoga contoh tersebut dapat membantu dan memudahkan dalam memahami penentuan FPB menggunakan Pohon Faktor.




Matematika

 FPB dari Dua Bilangan
Menentukan FPB dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan

Assalamu'alaikum wr wb..

   Salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan-Nya. Dan selamat menjalankan aktifitas seperti biasanya. Sebelumnya kita telah membahas tentang "Menentukan KPK dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan". Dimana dalam menentukan KPK Menggunakan Faktor Persekutuan kita mesti mencari kelipatan dari dua bilangan.

   Dan disini kita akan membahas tentang "Menentukan FPB dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan". dimana sebelum kita menentukan FPB kita mesti mesti mencari terlebih dahulu Faktor dari kedua bilangan tersebut, setelah menemukan faktornya maka kita mesti menentukan Faktor persekutuannya, jika telah ketemu maka kita tentukan Faktor Persekutuan Terbesarnya yang terdapat dari kedua bilangan. Langsung saja mari perhatikan contoh berikut ini:

Contoh :

1. Tentukan FPB dari 36 dan 42.

    Jawab: 
    Faktor dari 36 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 9, 12, 18, 36.
    Faktor dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42.
    Faktor Persekutuan dari 36 dan 24 adalah 1, 2, 3, 6.
    Jadi, FPB dari 36 dan 42 adalah 6.

2. Tentukan FPB dari 75dan 50.

    Jawab :
    Faktor dari 75 adalah 1, 3, 5, 15, 25, 75.
    Faktor dari 50 adalah 1, 2, 5, 10, 25, 50.
    Faktor Persekutuan dari 75 dan 50 adalah 1, 5, 25.
    Jadi, FPB dari 75 dan 50 adalah 25.

Itulah beberapa contoh untuk Menentukan FPB dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan. Semoga contoh tersebut bisa membantu anak-anak semua dalam mengerjakan tugasnya. Sekian dan terima kasih..

Wassalamu'alaikum wr wb.
    

 Faktor Persekutuan dari Dua Bilangan

Assalamu'alaikum wr wb.

   Apa kabar semuanya? Semoga selalu dalam lindungan-Nya. dan selamat menjalankan aktifitas seperti biasanya. semoga selalu semangat semuanya dalam menjalankan semua kegiatannya. ^_^

   Baiklah pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang "Faktor Persekutuan dari Dua Bilangan". Dimana, pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas cara menentukan faktor suatu bilangan. Dengan memahami hal tersebut dapat membantu kita untuk memahami cara menentukan faktor persekutuan dari dua bilangan. Sebelum kita menentukan faktor persekutuan dari dua bilangan, pertama -tama kita mesti mecari faktor dari bilangan tersebut lebih dulu. Perhatikan conoth berikut ini.

Contoh:

1. Tentukan faktor persekutuan dari 32 dan 64.

    Jawab :

    Faktor dari 32 adalah 1, 2, 4, 8, 16, dan 32.
    Faktor dari 64 adalah 1, 2, 4, 8, 16, 32, dan 64.
    Dari faktor 32 dan 64 kita dapat menemukan faktor persekutuannya, yaitu dengan melihat 
    faktor yang sama dari kedua bilangan tersebut. yaitu 1, 2, 4, 8 16, dan 32.
    Jadi, Faktor persekutuan dari 32 dan 64 adalah 1, 2, 4, 8, 16, dan 32.

2. Tentukan faktor dari 72 dan 24.

    Jawab :

    Faktor dari 72 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 9, 12, 18, 24, 36, dan 72.
    Faktor dari 24 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, dan 24.
    Dari faktor 72 dan 24 kita dapat menentukan faktor persekutuannya, yaitu dengan melihat
    faktor yang sama dari kedua bilangan tersebut, yaitu : 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, dan 24.
    Jadi, Faktor persekutuan dari 72 dan 24 adalah 1, 2, 3, 4, 6, 8, 12, dan 24.

Itulah beberapa contoh untuk menentukan Faktor Persekutuan dari Dua Bilangan. Semoga bermanfaat dan dapat membantu. Jika ada pertanyaan bisa langsung bertanya jika masih terdapat kendala. Terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr wb..
    

 KPK Dari Dua Bilangan

Menentukan KPK dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Tabel

Assalamu'alaikum wr wb.

   Apa kabar semuanya? Semoga selalu dalam keadaan sehat selalu. Jangan lupa selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Agar kita selalu bisa melaksanakan aktifitas kita seperti biasanya dengan penuh semangat. ^_^

   Baiklah, sebelumnya saya telah menjelaskan beberapa cara untuk menentukan KPK dari Dua Bilangan dimana kita bisa menentukannya menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan, dan Menentukannya Menggunakan Pohon Faktor beserta contohnya. Dan, sekarang saya akan menjelaskan tentang cara menetukan KPK menggunakan Tabel beserta Contohnya. Mari dilihat serta dipahami beberapa contoh yang akan saya berikan dibawah ini :

Contoh :

1. Tentukan KPK dari 64 dan 128.

     Jawab :



2.  Tentukan KPK dari 40 dan 42

     Jawab :


Itulah beberapa contoh dari Menentukan KPK dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Tabel. Jika sudah paham dan mengerti mari mengerjakan soal latihan berikut ini : klik disini




KPK Dari Dua Bilangan

Menentukan KPK dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Pohon Faktor

Assalamu’alaikum wr wb.

  Apa kabar semuanya. Semoga selalu dalam keadaan sehat semua, walaupun sekarang kita sedang dalam keadaan pademi Covid-19. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dan kebersihan supaya kita bisa terhindar dari segala macam bakteri/kuman.

 Baiklah, sebelum kita membahas materi tentang “Menentukan KPK dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Pohon Faktor”. Ada baiknya kita membuat Pohon Factor dari kedua bilangan untuk menentukan Faktorisasi Prima dari kedua bilangan. Setelah kita mendapatkan faktorisasi prima dari kedua bilangan maka kita kalikan semua faktorisasi primanya. Seperti contoh yang aka saya buatkan dibawah ini:

Contoh :

1. Tentukan KPK dari 35 dan 75.

    Jawab :

Dari Pohon Faktor tersebut diperoleh:
Faktorisasi Prima dari 35 adalah 5 x 7
Faktorisasi Prima dari 75 adalah 3 x 5 x 5 = 3 x 5^2
Jadi, KPK dari 35 dan 75 adalah 3 x 5^2 x 7 = 525

2. Tentukan KPK dari 125 dan 220.
    Jawab :


Dari Pohon Faktor tersebut diperolah:
Faktorisasi Prima dari 125 adalah 5 x 5 x 5 = 5^3
Faktorisasi Prima dari 220 adalah 2 x 2 x 5 x 11 = 2^2 x 5 x 11
Jadi, KPK dari 125 dan 220 adalah 2^2 x 5^3 x 11 = 5.500

Itu adalah contoh dari “Menentukan KPK dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Pohon Faktor”. Dimana jika terdapat dua faktorisasi prima yang sama maka yang digunakan adalah faktorisasi yang mempunyai pangkat terbanyak.

Setelah memahami “Menentukan KPK dari Dua Bilangan dengan Menggunakan Pohon Faktor”. Mari, mengerjakan soal beriku ini : klik disini.

 “Menentukan KPK dari dua bilangan dengan menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan”

  Assalamu'alaikum wr wb.

Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang menentukan KPK dari dua bilangan menggunakan faktor persekutuan. Sebelum kita menentukan KPK dari dua bilangan, kita mesti menentukan kelipatan dari kedua bilangan tersebut, setelah itu kita tentukan kelipatan persekutuannya, dan setelah ditemukan kelipatan persekutuannya maka kita tentukan KPK nya dengan cara menentukan kelipatan terkecil yang ada.

Contoh : 

  1. Tentukan KPK dari 8 dan 14.


Jawab: 

Kelipatan dari 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72, 80, 88, 96, 104, 112

Kelipatan dari 14 adalah 14, 28, 42, 56, 70, 84, 98, 112, 126, 140

Kelipatan persekutuan dari 8 dan 14 adalah 56 dan 112.

Jadi, KPK dari 8 dan 14 adalah 56.


Contoh :

  1. Tentukan KPK dari 42 dan 36


Jawab :

Kelipatan dari 42 adalah 42, 84, 126, 168, 210, 252, 294, 336, 378, 420…

Kelipatan dari 36 adalah 36,72, 108, 144, 180, 216, 252, 288, 324, 360, 396, 432…

Kelipatan persekutuan dari 42 dan 36 adalah 252.

Jadi, KPK dari 42 dan 36 adalah 252.


Itulah beberapa contoh dalam menentukan KPK menggunakan Himpunan Faktor Persekutuan. jika masih ada yang kurang dipahami silahkan isi kolom komentar.
Luas Bangun Datar

Assalamu'alaikum wr. wb
 Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang luas bangun datar. Dimana, pada kesempatan sebelumnya saya sudah memberikan pembahasan mengenai keliling bangun datar. Baiklah sebelum memulai pembahasan mengenai luas bangun datar. Pastinya masih pada ingatkan pada jenis-jenis bangun datar yang telah dibahas sebelumnya? Ia kita akan membahas mengenai luas persegi, persegipanjang dan segitiga. Langsung saja akan saya uraikan mengenai luas bangun datar dibawah ini:

1. Luas Persegi
    Rumus Luas Persegi: L = s x s

    Contoh:

  1. Sebuah meja berbentuk psersegi dengan panjang sisi 14 cm. Berapakah luas meja tersebut?
  2. Ruang kamarku berbentuk persegi dengan luas16 m.  Berapakah panjang sisi kamar tersebut?
          Jawaban:
      1. Diketahui: Panjang sisi meja adalah 14 cm.
          L = s x s
          L = 14 x 14 = 196 cm
          Jadi, Luas meja tersebut adalah 196 cm.

      2. Diketahui: Luas kamar adalah 16 m.
          L = s x s
          16 = s x s
          s = √16 = 4 x 4
          Jadi, Panjang sisi kamar tersebut adalah 4 m.

2. Luas Persegipanjang
    Rumus Luas Persegipanjang: L = p x l

    Contoh:

  1. Ayah membuat sebuah kolam berbentuk persegipanjang dengan panjang 12 m, dan lebarnya 9 m. Berapakah luas kolam tersebut?
  2. Kakak membeli papan berbentuk persegipanjang. Papan tersebut memiliki luas 24 m, dan panjangnya 6 m. Berapakah lebar papan tersebut?
          Jawaban:
      1. Diketahui: Panjang kolam 12 m, dan luas 9 m.
          L = p x l
          L = 12 x 9 = 108 m.
          Jadi, Luas kolam tersebut adalah 108 m.

      2. Diketahui: Luas papan 24 m, dan panjangnya 6 m.
          L = p x l
          24 = 6 x l
          l = 24 : 6 = 4 m.
          Jadi, Lebar papan tersebut adalah 4 m.

3. Luas Segitiga
    Rumus Luas Segitiga: L = (a x t) / 2

    Contoh:

  1. Sebuah penggaris berbentuk segitiga dengan panjang alas 25 cm, dan tinggi 14 cm. Berapakah luas penggaris tersebut?
  2. Sebuah segitiga memiliki luas 432 cm, dan panjang alasnya 36 cm. Berapakah tinggi segitiga tersebut?
          Jawaban:
      1. Diketahui: Panjang alas segitiga 25 cm dan tingginya 14 cm.
          L = (a x t) / 2
          L = (25 x 14) / 2
          L = 350 / 2
          L = 175
          Jadi, Luas penggaris tersebut adalah 175 cm.

      2. Diketahui: Luas segitiga 432 cm dengan panjang alas 36 cm.
          L = (a x t) / 2
          432 = (36 x t) / 2
          t = (432 x 2) / 36
          t = 864 / 36 = 24
          Jadi, Tinggi segitiga tersebut adalah 24 cm.

Itulah pembahasan tentang luas bangun datar. Bagi ada yang kurang jelas atau mengerti silahkan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar dibawah. Terima kasih.

 Wassalamu'alaikum wr. wb..
Keliling Bangun Datar

Assalamu'alaikum wr. wb
 Sebelum membahas keliling bangun datar ada baiknya kita mengetahui dahulu bentuk-bentuk bangun datar seperti: persegi, persegi panjang, dan segitiga. Dan dari bentuk-bentuk bangun datar tersebut maka kita bisa mengetahui berbagai macam benda-benda yang berbentuk bangun datar yang berbeda. Dari bentuk bangun datar tersebut kita dapat menghitung keliling daerahnya. Berikut ini cara untuk menghitung keliling bangun datar.

1. Keliling Persegi
    Rumus keliling persegi: K = 4 x s
  1. Ayah membuat sebuah meja berbentuk persegi. Dengan panjang sisi 50 cm. Berapakah Keliling meja tersebut?..
  2. Nadin membeli sebuah alas meja berbentuk persegi. Diketahui keliling alas meja tersebut adalah 160 cm. Tentukan panjang sisi alas meja tersebut!..
       Jawaban:
    1. Diketahui: Panjang sisi meja tersebut adalah 50 cm.
        K = 4 x s
        K = 4 x 50K = 200 cm
        Jadi, keliling meja tersebut adalah 200 cm.

    2. Diketahui : Keliling alas meja (K) adalah 160 cm. 
        K = 4 x s
        160 = 4 x s
        s =  160/4 = 40
        Jadi, panjang sisi alas meja tersebut adalah 40 cm.
2. Keliling Persegipanjang
    Rumus keliling persegipanjang: K = 2 x (p + l)
  1. Danu memiliki sebuah buku gambar berbentuk persegipanjang. Dengan panjang 20 cm, dan lebar 18 cm. Berapakah Keliling buku gambar tersebut?..
  2. Ibu membeli sebuah bingkai foto dengan keliling 22 cm. Bingkai foto tersebut berbentuk persegipanjang. Jika panjangnya 6 cm, berapakah lebar bingaki foto itu? 
      Jawaban:
  1.  Diketahui: Panjang bingkai foto tersebut adalah 20 cm dan lebarnya 18 cm. 
       K = 2 x (p + l)
       K = 2 x (20 + 18)
       K = 2 x 38 cm
       K = 76 cm
       Jadi, keliling buku gambar tersebut adalah 76 cm.

  2.  Diketahui : Keliling bingkai foto (K) adalah 22 cm.
       K = 2 x (p + l)
       22 = 2 x (6 + l)
       22/2 =  6 + l
       11 = 6 + l
        l = 11 - 6 = 5
       Jadi, lebar bingkai foto tersebut adalah 5 cm.
3. Keliling Segitiga
    Rumus keliling segitiga: K = sisi 1 + sisi 2 + sisi3 / K = s1+s2+s3
  1. Sebuah segitiga memiliki panjang sisi 18 cm, 16 cm, dan 14 cm. Tentukan keliling segitiga tersebut.
  2. Sebuah tempat berbentuk segitiga memiliki keliling 30 m dengan 2 panjang sisinya adalah 12 m, dan 9 m. Tentukan panjang sisi lainnya.
         Jawaban:
     1. Diketahui: Panjang sisi segitiga adalah 18 cm, 16 cm, dan 14 cm. 
         K = s1 + s2 + s3
         K = 18 + 16 + 14
         K = 48
         Jadi, keliling segitiga tersebut adalah 48 cm.

   2. Diketahui : Keliling tempat tersebut adalah 30 m dengan 2 panjang sisinya adalah 12 m, dan 9 m.
       K = s1 + s2 + s3
       30 = 12 + 9 + s3
       30 = 21 + s3
       s3 = 30 - 21 = 9
       Jadi, panjang sisi lainnya adalah 9 m.

Itulah pembahasan tentang luas bangun datar. Bagi ada yang kurang jelas atau mengerti silahkan tinggalkan pertanyaan di kolom komentar dibawah. Terima kasih.
   Wassalamu'alaikum wr. wb..

- Copyright © Bintang D' Twinklestars - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -